KOTA (RP) – Yayasan Pemberdayaan Pelajar Islam (YPPI) Cendekia Riau yang memfokuskan perhatian dan jasa konsultasi bagi Pelajar Islam, secara konsisten mengadakan kegiatan Pesantren Kilat (sanlat) di berbagai daerah Riau. Kegiatan satlat ini mulai dari area Minas, Kota Pekanbaru hinga Tapung Kabupaten Kampar.
Rentetan kegiatan Mulai dari undangan dari karyawan PT Chevron di Minas pada 7 Agustus, SMKN 2 Pekanbaru dan SMK Pertanian 8 -9 Agustus kemudian dilanjut satlat di SMK Muhammadiyah 1, MA Masmur Pekanbaru. Di daerah Kampar YPPI Cendikia mengisi sanlat di SMAN 3 Tapung dan SMK LKMD Sukaramai Tapung. Kemudian pada pekan-pekan akhir Ramadan, sanlat berlanjut di Dinas Kesehatan Provinsi Riau pada 22 -23 Agstus dan remaja putra dan putri lingkungan RW 17 Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Tampan Pekanbaru pada waktu bersamaan.
Menurut Ketua YPPI Cendikia Muzammil, sebagian kegiatan yang mereka jalani karena keaktidan organisasi nirlaba ini hingga mendapat undangan berbagai instansi dan sekolah. ”Ini tantangan bagi kita, dan kegiatan sanlat ini merupakan bentuk perhatian kita pada generasi muda Islam di berbagai daerah. Nah, karena yang kita hadapi adalah pada pemuda dan remaja, maka tema yang kita usung juga yang asyik buat kawula muda dan bersifat kekinian,” ujar Muzammil.
Secara garis besar, kata Muzammil materi yang disampiakan dalam sanlat adalah Peningkatan Keimanan, Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua, dan Pengaruh Budaya Barat di Intern Kawula Masa Kini. Selain itu juga ada ulasan tentang kisah kisah nabi dengan cara nonton film dan sebagai penutup juga digelar sesi muhasabah atau intropeksi diri.
Acara yang ditaja para mahasiswa dan pelajar muslim ini cukup menarik minat peserta. Hal ini bisa dilihat dari jumlah peserta yang hadir yang pernah menyentuh angka tiga ratus pelajar. Hal ini menurut Muzammil ditunjang juga oleh para Trainer yang handal, pemanfaatan Multimedia yang baik, Soundsystem, Administrasi yang rapi, dan peralatan penunjang lainnya.
”Kegiatan sanlat ini bertujuan untuk menambah wawasan tentang keIslaman terhadap Pelajar, Peningkatan Keimanan Kepada Allah, mengenalkan jati diri remaja muslim mengembangkan bakat mereka sesuai nilai nilai keIslaman. Maka, kita memang serius menyelenggarakannya,” ujar Muzammil lagi. (*7)